Sc: IndoGamers
JeteX — Dalam dunia esports, nama EVOS Esports hampir selalu jadi bahan pembicaraan. Tim yang identik dengan logo singa putih ini dikenal karena prestasinya yang gemilang. Fakta EVOS terdengar menarik untuk dikulik karena tim esport satu ini melambangkan ambisi dan perjuangan.
Champ pasti sering melihat bagaimana EVOS berhadapan dengan rival abadi mereka, ONIC, RRQ, hingga Bigetron di berbagai turnamen. Di balik setiap laga penuh tensi, ada kisah panjang yang membentuk identitas Macan Putih. Yuk, cari tahu lebih banyak!
EVOS Esports adalah organisasi esports besar yang berbasis di Jakarta, Indonesia. Tim ini didirikan oleh Ivan Yeo bersama para pendiri lainnya pada tahun 2016. Nama EVOS sendiri berasal dari kata evolution, yang menggambarkan semangat mereka untuk terus berkembang, beradaptasi, dan membawa inovasi di dunia kompetitif gaming.
Identitas EVOS terletak pada logo singa putih yang melambangkan keberanian, kekuatan, dan kebanggaan. Tak hanya sekadar lambang, EVOS juga memiliki slogan “Roar Them All”. Slogan ini mengajak pemain dan penggemarnya untuk berani menunjukkan taring di arena, bersuara lantang, dan membuktikan diri lewat performa.
Seiring waktu, EVOS berkembang menjadi salah satu organisasi esports terbesar di Asia Tenggara. Mereka kini menaungi tim-tim profesional di berbagai game, baik PC maupun mobile. Dengan dukungan sponsor besar, EVOS terus memperkuat posisinya di panggung dunia.
EVOS Esports bukan sekadar tim yang hanya fokus pada satu game saja. Mereka berkembang menjadi organisasi besar dengan divisi profesional di berbagai judul populer, mulai dari Mobile Legends, Free Fire, PUBG Mobile, hingga Valorant. Berikut beberapa divisi EVOS esports.
EVOS MLBB merupakan salah satu yang paling populer dan dikenal sebagai tim besar yang telah meraih berbagai gelar bergengsi, mulai dari MPL Indonesia Season 4, M1 World Championship 2019, hingga MPL Invitational 2020.
Divisi PUBG Mobile juga tak kalah kuat. Mereka pernah menjuarai PMCO Fall Split Indonesia 2019, PMPL SEA Finals Season 2 2020, dan PMPL Indonesia Season 3 2021. Pemain-pemain seperti Vins, Rexy, dan Microboy membawa EVOS lebih dikenal di kancah internasional.
Divisi Free Fire dikenal dengan nama EVOS Divine. Tim ini sukses meraih berbagai gelar di ajang Free Fire Master League dan bahkan pernah tampil di Free Fire World Series 2021 Singapore. Nama besar seperti Mr05 dan Cupay menjadi ikon yang membuat EVOS Divine dikagumi.
Meski tergolong baru, divisi Wild Rift EVOS sempat mencuri perhatian. Mereka menjadi tim pertama EVOS yang berbasis di Vietnam dan ikut dalam berbagai turnamen Wild Rift SEA. Selain itu, EVOS juga sempat membuka cabang di game lain seperti Valorant, Apex Legends, hingga Dota 2.
Baca Juga: Fakta SRG.OG Esport: Perjalanan Epik hingga Jadi Raja MPL
Setiap perjalanan besar selalu punya kisah menarik di baliknya, begitu juga dengan EVOS Esports. Kerja keras dan keberanian EVOS mampu mengantarkan mereka ke ke level tertinggi. Yuk, kita bahas lebih dalam fakta menarik dari EVOS berikut.
EVOS memulai langkahnya dari sebuah garasi kecil di Jakarta berkat visi besar Ivan Yeo untuk membangun tim esports profesional. Meski terbatas dari sisi fasilitas dan sumber daya, semangat mereka sangat besar. Berawal dari ruang sederhana, lahir organisasi besar yang kini disegani di Asia Tenggara.
Pada 2019, EVOS Mobile Legends menorehkan sejarah dengan menjuarai M1 World Championship. Gelar ini menjadikan mereka tim Indonesia pertama yang berhasil meraih titel dunia di Mobile Legends. Prestasi tersebut membuat nama EVOS melejit hingga kancah internasional.
EVOS dikenal luas dengan sebutan Macan Putih, sesuai logo singa putih yang menjadi identitas mereka. Julukan ini melambangkan kekuatan, keberanian, dan dominasi yang selalu dibawa tim di setiap pertandingan. Kini, simbol itu sudah melekat erat di hati para penggemar EVOS.
Baca Juga: 7 Tim Esport Valorant Terbaik Menuju Champions 2025
EVOS Fams merupakan salah satu basis penggemar esports terbesar dan paling loyal di Indonesia. Dukungan mereka selalu hadir, baik di tribun penonton maupun media sosial. Bagi tim, keberadaan EVOS Fams adalah energi tambahan yang membuat mereka terus berjuang.
Meskipun dikenal penuh prestasi, EVOS juga pernah mengalami masa sulit. Mereka gagal menembus babak playoff dalam MPL ID Season 10, 12, 14, dan 15 berturut-turut. Fakta ini menunjukkan bahwa perjalanan EVOS penuh pasang surut, namun mereka selalu berusaha bangkit.
EVOS terkenal dengan perubahan roster dan tim pelatih yang cukup sering. Kedatangan bintang seperti Alberttt hingga merombak total jajaran coaching staff, langkah mereka kerap jadi sorotan. Strategi ini memang berisiko, tapi juga memberi warna baru dalam perjalanan EVOS.
Tak hanya jago di Mobile Legends, EVOS juga mendominasi Free Fire lewat tim EVOS Divine. Mereka beberapa kali jadi juara regional hingga dunia, membuktikan bahwa EVOS bukan tim satu divisi saja, melainkan powerhouse multi-game.
Baca Juga: Fakta RRQ Hoshi: Dari Dominasi MPL hingga Kancah Internasional
Itulah perjalanan dan 7 fakta EVOS Esports, salah satu organisasi terbesar di Asia Tenggara. Berawal dari mimpi sederhana hingga menjadi ikon esports dunia, EVOS membuktikan bahwa kerja keras, keberanian mengambil risiko, dan loyalitas fans membawa mereka tetap relevan.
Kalau kamu ingin merasakan sensasi bermain layaknya pro player EVOS, jangan lupa gunakan headset gaming terbaik dari JETEX. Suara jernih, efek skill yang terasa nyata, dan komunikasi tim yang lebih lancar, membuat pengalaman push rank atau scrim bareng teman dijamin makin intens!
JeteX – Kadang, kita butuh tontonan yang bisa bikin hati terasa 'penuh', bahkan kalau itu…
JETE-X - Game PC populer di tahun 2021 ini pasti ditunggu-tunggu banget sama para gamers!…
JETE-X - Kalau kamu mau maksimalkan potensi Ashveil di Honkai Star Rail, penting banget buat…
JETE-X - Anime dan donghua sering terlihat mirip karena sama-sama punya visual menarik dan cerita…
JETE-X - Kehadiran agent baru selalu mengubah meta, dan Miks hadir sebagai Controller ke-30 dengan…
JETE-X - Lilith jadi karakter yang langsung menarik perhatian saat arc Egghead dimulai. Kemunculannya bukan…