JETE-X – Screen tearing merupakan masalah tampilan yang membuat gambar terlihat seperti terbelah atau tidak sejajar saat terjadi pergerakan cepat. Kondisi ini cukup sering ditemukan ketika bermain game sehingga penting untuk memahami penyebabnya. Selengkapnya, berikut penjelasan mengenai apa itu screen tearing dan cara mengatasinya.
Konten dalam artikel ini
ToggleApa Itu Screen Tearing?
Screen tearing adalah masalah tampilan ketika satu kali proses refresh layar menampilkan bagian dari frame yang berbeda. Akibatnya, gambar dapat terlihat seperti terpotong secara horizontal dengan bagian atas dan bawah yang tidak sejajar.
Efek ini biasanya lebih mudah terlihat ketika kamera bergerak cepat dalam game FPS, game balapan, atau konten dengan banyak pergerakan. Kondisi tersebut terjadi ketika frame baru dipresentasikan saat layar masih berada di tengah proses refresh.
Karena tidak ada sinkronisasi yang tepat antara frame dari GPU dan refresh display, sebagian layar dapat menampilkan frame sebelumnya sementara bagian lainnya sudah menampilkan frame baru. Posisi garis atau bagian gambar yang terlihat terbelah juga dapat berubah sesuai waktu terjadinya pergantian frame.
Baca juga: Main Game Bebas Ngelag! Ini 7 Rekomendasi HP Gaming Murah Terbaik 2026

Penyebab Screen Tearing
Ada dua istilah penting yang perlu dipahami untuk mengetahui penyebab screen tearing, yaitu frame rate dan refresh rate. Frame rate atau FPS menunjukkan jumlah frame yang dapat dihasilkan GPU dalam satu detik.
Sementara itu, refresh rate menunjukkan seberapa sering layar memperbarui gambar dalam satu detik sehingga monitor 60Hz melakukan refresh hingga 60 kali per detik.
Screen tearing dapat terjadi ketika proses penyajian frame dari GPU tidak sinkron dengan refresh layar. Salah satu kondisi yang umum adalah ketika FPS lebih tinggi daripada refresh rate monitor dan tidak ada mekanisme sinkronisasi seperti V-Sync.
Misalnya, game berjalan pada 120 FPS sementara monitor memiliki refresh rate 60Hz. GPU dapat menghasilkan frame baru lebih cepat daripada kemampuan layar melakukan refresh sehingga pergantian frame dapat terjadi di tengah proses refresh dan menghasilkan efek tearing.
Ciri-Ciri Screen Tearing
Screen tearing biasanya mudah dikenali dari tampilan gambar yang terlihat tidak menyatu ketika terjadi pergerakan. Beberapa ciri yang dapat kamu perhatikan antara lain:
- Muncul garis atau bagian horizontal yang membuat gambar terlihat terbelah.
- Bagian atas dan bawah gambar tampak tidak sejajar.
- Objek terlihat seperti terpotong ketika kamera bergerak cepat.
- Efek lebih mudah terlihat ketika melakukan gerakan horizontal atau vertikal dengan cepat.
- Posisi bagian gambar yang terbelah dapat berubah saat pergerakan atau waktu pergantian frame berubah.
Baca juga: 4 Cooler Fan Gaming yang Lagi Naik Daun, Bikin HP Tetap Dingin Saat Push Rank

Cara Mengatasi Screen Tearing
Ada beberapa cara yang dapat dilakukan untuk mengurangi atau menghilangkan screen tearing. Pilihannya bergantung pada perangkat yang digunakan serta fitur yang tersedia pada monitor dan GPU.
1. Aktifkan V-Sync
Vertical Synchronization atau V-Sync bekerja dengan menyinkronkan penyajian frame dengan refresh rate layar. Ketika V-Sync aktif, GPU tidak bebas menampilkan frame baru di sembarang waktu sehingga proses tersebut dapat disesuaikan dengan siklus refresh display. Cara ini dapat menghilangkan screen tearing pada kondisi yang sesuai.
Namun, V-Sync memiliki beberapa konsekuensi. Ketika FPS turun di bawah target refresh rate, mekanisme tersebut dapat menyebabkan stuttering. Pada kondisi tertentu V-Sync juga dapat menambah input latency sehingga respons kontrol terasa sedikit lebih lambat.
2. Gunakan VRR seperti G-SYNC atau FreeSync
Jika monitor dan GPU mendukung Variable Refresh Rate atau VRR, teknologi ini dapat menjadi pilihan untuk mengatasi tearing sekaligus menjaga pergerakan tetap lebih lancar.
Berbeda dengan refresh rate tetap, VRR memungkinkan refresh rate layar menyesuaikan dengan frame rate GPU sehingga layar dapat memperbarui gambar ketika frame baru sudah tersedia.
G-SYNC dan FreeSync merupakan teknologi VRR yang tersedia pada perangkat kompatibel. Dukungan dan fitur yang tersedia dapat berbeda tergantung GPU, monitor, koneksi, serta implementasi perangkat.
Karena itu, pastikan monitor dan GPU yang digunakan memang mendukung teknologi tersebut sebelum mengaktifkannya.
3. Batasi Frame Rate
Membatasi FPS dapat membantu ketika frame rate game secara konsisten jauh lebih tinggi daripada refresh rate monitor.
Dengan membatasi frame rate pada tingkat yang sesuai, beban GPU dapat lebih terkontrol dan perbedaan antara frame rate dengan kemampuan display dapat dikurangi.
Sebagai contoh, monitor 60Hz dapat digunakan dengan batas FPS yang tidak terlalu jauh di atas kemampuan refresh tersebut. Pengaturan yang tepat tetap bergantung pada game, GPU, monitor, serta teknologi sinkronisasi yang digunakan.
Pada perangkat yang mendukung VRR, pembatasan FPS juga dapat membantu menjaga frame rate tetap berada dalam rentang kerja VRR.
4. Gunakan Refresh Rate yang Didukung Layar
Pastikan refresh rate monitor sudah diatur ke nilai yang sesuai dengan kemampuan perangkat. Pada Windows, pengaturan tersebut dapat diperiksa melalui menu Display kemudian Advanced display.
Jika monitor mendukung refresh rate yang lebih tinggi, penggunaan nilai tersebut dapat membuat pergerakan terlihat lebih mulus dan membantu mengurangi efek tearing.
Meski begitu, refresh rate tinggi tidak otomatis menghilangkan screen tearing. Tearing masih dapat terjadi ketika frame dari GPU tidak tersinkronisasi dengan proses refresh layar. Karena itu, kombinasi refresh rate yang sesuai dengan V-Sync atau VRR dapat memberikan hasil yang lebih baik jika perangkat mendukungnya.
Baca juga: Ini Spek Minimum Roblox di Android Biar Main Lancar!

Apa Bedanya Screen Tearing dan Stuttering?
Screen tearing dan stuttering sama-sama dapat membuat pengalaman bermain game terasa kurang nyaman, tetapi keduanya memiliki karakteristik yang berbeda.
Tearing berkaitan dengan tampilan beberapa bagian frame yang tidak tersinkronisasi dalam satu refresh, sedangkan stuttering lebih terasa sebagai gerakan yang tersendat akibat frame rate atau frame time yang tidak stabil.
| Aspek | Screen Tearing | Stuttering |
|---|---|---|
| Tampilan | Gambar terlihat seperti terbelah atau tidak sejajar | Gerakan terlihat tersendat atau patah-patah |
| Penyebab umum | Frame tidak sinkron dengan refresh display | Frame rate atau frame time tidak stabil |
| Ciri utama | Terlihat seperti ada garis atau bagian gambar yang bergeser | Gerakan terasa berhenti sesaat atau tidak konsisten |
| Solusi umum | V-Sync atau VRR | Menstabilkan frame rate dan frame time |
Penggunaan V-Sync dapat membantu menghilangkan tearing, tetapi dalam kondisi tertentu dapat menyebabkan atau memperparah stuttering ketika frame rate turun.
Adaptive V-Sync merupakan pendekatan berbeda yang dapat mengaktifkan atau menonaktifkan V-Sync berdasarkan kondisi frame rate.
Sementara itu, VRR seperti G-SYNC dan FreeSync bekerja dengan menyesuaikan refresh rate layar terhadap frame rate yang dihasilkan GPU.
Baca juga: Mau Jadi Pro Player? Ini Rekomendasi 12 Monitor Gaming Terbaik 2026!
Penutup
Screen tearing dapat mengganggu kenyamanan saat bermain game karena membuat tampilan terlihat terbelah atau tidak sejajar ketika terjadi pergerakan cepat. Masalah ini berkaitan dengan ketidaksinkronan antara frame yang dihasilkan GPU dan refresh rate layar.
Untuk mengatasinya, kamu bisa mencoba V-Sync, VRR seperti G-SYNC atau FreeSync, membatasi FPS, maupun menggunakan refresh rate yang sesuai dengan kemampuan monitor.
Selain memastikan tampilan game tetap nyaman, pengalaman bermain juga bisa semakin maksimal dengan perangkat audio yang mendukung.
Lengkapi setup gaming kamu dengan headset gaming dari JETE-X yang dirancang untuk menunjang kebutuhan bermain game, mulai dari mendengarkan suara dalam game hingga berkomunikasi bersama teman. Temukan pilihan headset gaming JETE-X dan lengkapi perlengkapan gaming kamu sekarang.



