Monday, September 14, 2026
Home Popular Games Perbedaan Roguelike vs Roguelite dan Contohnya!

Perbedaan Roguelike vs Roguelite dan Contohnya!

JETE-X – Roguelike dan roguelite sama-sama menawarkan pengalaman bermain yang penuh tantangan dan tidak selalu berjalan dengan cara yang sama. Namun, keduanya memiliki perbedaan dalam sistem permainan dan progression yang menarik untuk diketahui. Lantas, apa saja perbedaan roguelike vs roguelite?

Apa Itu Roguelike?

Roguelike adalah genre game yang terinspirasi dari Rogue, sebuah dungeon crawler yang populer pada era 1980-an. Dalam game ini, pemain membuat karakter lalu menjelajahi lantai dungeon yang dibuat secara prosedural untuk mencari Amulet of Yendor.

Tantangan utamanya berasal dari sistem permadeath. Saat karakter mati, pemain harus memulai kembali dengan karakter baru dan dungeon yang kembali dibuat secara acak. Karena itu, setiap percobaan bisa menghadirkan susunan dungeon, musuh, serta kondisi yang berbeda.

Konsep tersebut kemudian menginspirasi banyak game lain seperti Hack, NetHack, dan Moria. Ketiganya tetap mempertahankan ciri khas roguelike berupa pembuatan karakter, procedural dungeon, serta permadeath.

Seiring perkembangannya, genre ini mulai hadir dengan pendekatan yang lebih beragam melalui game seperti Tales of Maj’Eyal, Caves of Qud, Dungeons of Dredmor, hingga Path of Achra. Meski memiliki gaya bermain yang berbeda, game-game tersebut masih mempertahankan berbagai elemen dari roguelike tradisional.

Baca juga: Step-by-Step Cara Main Game Balatro yang Bikin Kamu Auto Jago

perbedaan Roguelike vs Roguelite
Google Play

Apa Itu Roguelite?

Roguelite merupakan genre game yang mengambil sejumlah elemen utama dari roguelike tetapi tidak sepenuhnya mengikuti formula tradisional Rogue. Dua elemen yang paling sering digunakan adalah procedural generation dan permadeath.

Keduanya kemudian dipadukan dengan mekanisme dari genre lain sehingga menghasilkan gameplay yang lebih beragam. Karena itu, roguelite bisa hadir dalam bentuk real-time action, platforming, shooter, card-based combat, hingga sistem yang terinspirasi dari permainan poker.

Beberapa contohnya adalah Hades, Returnal, Slay the Spire, FTL: Faster Than Light, dan Balatro.

Ciri lain yang membedakan roguelite adalah adanya meta-progression. Banyak game dalam genre ini memungkinkan pemain mempertahankan upgrade, karakter, item tertentu, atau perkembangan lainnya setelah sebuah run berakhir.

Jadi, kematian tetap mengakhiri percobaan yang sedang berlangsung tetapi tidak selalu menghapus seluruh perkembangan pemain. Dalam beberapa game, meta-progression juga menjadi bagian dari cerita.

Hades misalnya, memanfaatkan kembalinya karakter setelah setiap percobaan untuk membuka dialog sekaligus mengembangkan cerita para karakternya.

Baca juga: 10 Game Pixel Terbaik Sepanjang Masa yang Bikin Nostalgia dan Seru!

perbamdingan Roguelike vs Roguelite
LitRPG Reads

Perbedaan Roguelike vs Roguelite

Roguelike dan roguelite merupakan dua istilah yang sering digunakan untuk menggambarkan game dengan mekanisme seperti procedural generation, permadeath, dan sistem permainan yang membuat setiap percobaan terasa berbeda.

Meski terdengar serupa dan sama-sama berakar dari game Rogue, keduanya memiliki pendekatan yang berbeda. Lalu, apa sebenarnya perbedaan roguelike dan roguelite?

1. Sejarah Singkat Roguelike dan Roguelite

Akar dari kedua istilah tersebut berasal dari Rogue, sebuah game yang menggunakan sistem turn-based dungeon crawling, procedural generation, dan permadeath. Popularitas Rogue kemudian membuat game dengan konsep serupa dikenal sebagai roguelike.

Seiring waktu, developer mulai mengambil sebagian elemen dari formula tersebut dan menggabungkannya dengan gameplay dari genre lain. Spelunky menjadi salah satu contoh game yang menggunakan beberapa elemen roguelike dalam pendekatan yang lebih berbeda dari formula tradisional.

Game seperti FTL, Rogue Legacy, The Binding of Isaac, dan Slay the Spire kemudian semakin memperluas penggunaan elemen tersebut. Procedural generation dan kematian yang mengakhiri sebuah run tetap digunakan, tetapi gameplay-nya tidak lagi terbatas pada dungeon crawler berbasis giliran.

Dari sinilah istilah roguelite semakin sering digunakan untuk membedakan game yang mengambil sebagian elemen roguelike, tetapi memiliki formula permainan yang lebih jauh dari Rogue.

2. Roguelike Lebih Dekat dengan Formula Rogue

Roguelite tetap mengambil sebagian elemen dari roguelike, terutama procedural generation dan sistem permainan berbasis run. Namun, genre ini memberi developer lebih banyak kebebasan untuk menggabungkannya dengan mekanisme dari genre lain.

Karena itu, roguelite tidak harus menggunakan sistem turn-based atau grid-based movement. Gameplay-nya bisa hadir dalam bentuk action real-time, card-based combat, shooter, platformer, maupun bentuk permainan lainnya.

Setiap run juga dapat memiliki kondisi yang berbeda dan kematian biasanya akan mengakhiri run yang sedang dimainkan. Hal lain yang sering ditemukan adalah sebagian progress tetap tersimpan setelah pemain kalah.

Progress tersebut dapat berupa unlock, upgrade, karakter, kemampuan, atau elemen lain yang bisa dibawa ke permainan berikutnya. Sistem perkembangan antar-run ini sering disebut meta-progression.

Meski begitu, meta-progression bukan pembeda yang benar-benar mutlak karena beberapa game yang masih dekat dengan roguelike tradisional juga memiliki bentuk perkembangan tertentu.

3. Perbedaan Permadeath dan Progression

Kematian dalam roguelike maupun roguelite biasanya memiliki konsekuensi besar karena dapat mengakhiri run yang sedang dimainkan. Perbedaan yang paling mudah terlihat ada pada cara game memperlakukan progress setelah pemain mati.

Dalam roguelike tradisional, pemain umumnya harus memulai kembali tanpa membawa sebagian besar perkembangan dari run sebelumnya. Progress utama pun lebih banyak berasal dari pengalaman serta pemahaman pemain terhadap sistem permainan.

Di sisi lain, roguelite biasanya menawarkan perkembangan yang bersifat permanen. Pemain tetap bisa membuka karakter baru, meningkatkan kemampuan, mendapatkan upgrade, atau membuka konten baru meskipun gagal menyelesaikan run sebelumnya.

Dengan begitu, kekalahan tidak selalu terasa seperti kembali ke titik awal karena pemain masih bisa mendapatkan bentuk progress tertentu untuk membantu permainan berikutnya.

4. Perbedaan Gameplay dan Tingkat Kesulitan

Roguelike tradisional memiliki hubungan kuat dengan turn-based dungeon crawling. Pemain bergerak dari satu posisi ke posisi lain lalu menghadapi musuh secara bergiliran sehingga strategi menjadi bagian penting untuk bertahan.

Sementara itu, roguelite memiliki gameplay yang lebih fleksibel dan dapat dipadukan dengan berbagai genre. Hades menggunakan action real-time, sedangkan Returnal menggabungkan elemen roguelite dengan third-person shooter.

Ada juga Slay the Spire yang mengandalkan card-based combat serta Balatro yang mengadaptasi mekanisme yang terinspirasi dari permainan poker. Perbedaan tersebut membuat roguelite berkembang menjadi kategori yang jauh lebih luas dibandingkan roguelike tradisional.

Soal tingkat kesulitan, tidak ada jawaban mutlak mengenai apakah roguelike atau roguelite lebih sulit. Roguelike tradisional bisa terasa lebih menantang karena pemain perlu memahami berbagai sistem permainan sekaligus menghadapi konsekuensi besar ketika karakter mati.

Di sisi lain, roguelite biasanya memberikan perkembangan permanen sehingga pemain tetap merasakan kemajuan meskipun sebuah run berakhir dengan kegagalan. Meski begitu, tingkat kesulitan tetap bergantung pada desain masing-masing game.

Baca juga: 7 Rekomendasi Game Action Terbaik yang Wajib Kamu Coba

Review Hades II
ExitLag

Contoh Game Roguelike

Karena definisi roguelike cukup ketat dan masih diperdebatkan, klasifikasi beberapa game dapat berbeda tergantung kriteria yang digunakan.

Beberapa game yang disebut sebagai roguelike atau memiliki pendekatan lebih dekat dengan roguelike tradisional dalam kumpulan sumber antara lain:

  • ADOM;
  • Brogue;
  • Caves of Qud;
  • Dungeon Crawl Stone Soup;
  • Dungeons of Dredmor;
  • NetHack;
  • Path of Achra;
  • Rift Wizard;
  • Shiren the Wanderer;
  • Tales of Maj’Eyal; dan
  • Jupiter Hell.

Crypt of the NecroDancer juga memiliki mode yang memungkinkan permainan dijalankan seperti roguelike tradisional melalui All Zones mode.

Contoh Game Roguelite

Pilihan roguelite jauh lebih luas karena mekanismenya dapat dikombinasikan dengan berbagai genre lain.

Beberapa contoh yang disebutkan dalam sumber antara lain:

  • Hades dan Hades 2;
  • Dead Cells;
  • Slay the Spire;
  • FTL: Faster Than Light;
  • Enter the Gungeon;
  • Darkest Dungeon;
  • Balatro;
  • Returnal;
  • Vampire Survivors;
  • Brotato;
  • Spelunky;
  • Risk of Rain;
  • Rogue Legacy; dan
  • The Binding of Isaac.

Beberapa game berada di area abu-abu sehingga klasifikasinya masih sering diperdebatkan. The Binding of Isaac, misalnya, memiliki permadeath tetapi juga sistem unlock item. Balatro juga sering disebut roguelike deckbuilder meskipun memiliki unlock yang muncul sepanjang permainan.

Baca juga: 22 Rekomendasi Game Nintendo Switch Terbaik 2026

Penutup

Sebagai penutup, roguelike dan roguelite sama-sama mengandalkan tantangan dari setiap run yang bisa berakhir ketika karakter mati.

Jadi, pilihan antara keduanya bisa disesuaikan dengan gaya bermain kamu, baik yang suka tantangan ketat maupun permainan yang tetap memberikan perkembangan setelah gagal.

Kalau kamu suka bermain game dengan aksi cepat dan membutuhkan komunikasi yang jelas bersama tim, gunakan headset gaming JETE-X untuk mendukung pengalaman bermain. Pilih headset gaming JETE-X dan nikmati suara yang lebih jelas serta komunikasi yang lebih nyaman saat bermain.

6ec1a4bf62183f25daf1436781ab43e46c8e32078eacca5caac9d6aee1799795?s=117&d=mm&r=g
JETEX Contributor
Artikel ini ditulis oleh kontributor JETEX dan telah diakurasi. Ikuti juga informasi seputar gaming terkini di Instagram @jetex.id
JETEX WA Channel

Most Recent

Top Up Game di BRImo Kini Lebih Cepat, Ada Cashback Saldo 50%

JETEX - Top up game di BRImo sekarang makin praktis dan cepat. Mulai dari game populer hingga game lainnya yang terbaru, semunya bisa dilakukan...

Perbedaan Roguelike vs Roguelite dan Contohnya!

JETE-X - Roguelike dan roguelite sama-sama menawarkan pengalaman bermain yang penuh tantangan dan tidak selalu berjalan dengan cara yang sama. Namun, keduanya memiliki perbedaan...

7 Hero Counter Yi Sun-shin Mobile Legends yang Efektif untuk Melumpuhkannya

JETE-X - Yi Sun-shin menjadi salah satu Hero yang cukup menyulitkan ketika sudah mendapatkan momentum berkat mobilitas dan kemampuan menyerang dari berbagai jarak. Namun, ada...

Apa Itu PSN Gift Card? Pengertian, Fungsi, Cara Beli, dan Cara Redeem

JETE-X - Bagi pengguna PlayStation, PSN Gift Card menjadi salah satu cara praktis untuk membeli berbagai konten digital tanpa harus menggunakan kartu kredit. Namun,...

Build Chen Qianyu Arknights Endfield Terbaik, Weapon, Gear, dan Tim

JETE-X - Kalau kamu ingin memaksimalkan potensi Chen Qianyu di Arknights Endfield, pemilihan weapon, gear, dan komposisi tim menjadi hal yang penting untuk diperhatikan....
Main Banner JETEX Gaming FEED