JeteX – Kalau kamu penasaran seberapa seru gameplay ARC Raiders dibanding game extraction shooter lainnya? Mulai dari aksi tembak-tembakan lawan robot sampai momen menegangkan pas cari loot di permukaan, semuanya punya gaya yang beda. Jadi, sebelum kamu mutusin mau main atau nggak, mending lanjut baca dan lihat sendiri apa yang bikin game ini menarik buat dicoba.
Dunia Retro Futuristik di Atas Italia yang Hancur

Meski ceritanya tentang Bumi yang hancur sebanyak dua kali, ARC Raiders tetap menampilkan suasana yang tidak selalu gelap. Permukaan Bumi terlihat seperti Italia yang rusak tapi tetap cantik.
Kamu bakal lihat gedung beton retak, bendungan besar, kota tertimbun pasir merah, dan sisa teknologi luar angkasa. Semuanya dibangun dengan Unreal Engine 5 dengan gaya retro futuristik. Warna visualnya mirip kaset VHS, namun detail cahaya dan teksturnya sudah sangat modern.
Setiap map terasa beda. Kamu bisa masuk ke Dam Battlegrounds yang penuh robot berbentuk bola atau menjelajah Buried City yang setengah tenggelam gurun. Ada juga pelabuhan antariksa dengan bangkai mesin raksasa menempel di dinding kota. Waktu dan cuaca bisa berubah.
Kadang siang cerah tiba-tiba berubah jadi badai elektromagnetik atau malam gelap penuh robot. Saat malam, jumlah musuh biasanya bertambah dan lebih agresif sehingga peluang dapet loot bagus juga ikut naik.
Baca juga: Gameplay Plants vs Brainrots, Game Viral Terbaru di Roblox 2025
Gameplay PvPvE yang Intens dan Berisiko

Format PvPvE di ARC Raiders selalu berhasil bikin pemain tegang. Kamu mulai dari Speranza lalu memilih senjata dan perlengkapan yang menentukan kapasitas shield maupun tas.
Setelah itu kamu akan muncul di permukaan di titik acak lalu diberi waktu sekitar dua puluh sampai tiga puluh menit untuk cari loot. Tujuan akhirnya hanya satu yaitu membawa pulang barang berharga lewat jalur ekstraksi seperti lift atau stasiun kereta.
Tantangannya muncul saat kamu kalah karena semua barang di tas bakal jatuh dan bisa direbut pemain lain. Hanya item kecil di safe pouch yang tetap aman. Jadi setiap kali kamu menemukan loot langka, jalan pulang ke titik ekstraksi langsung terasa mendebarkan dan bikin serba ragu antara lanjut berburu atau cepat pulang.
ARC Raiders terasa lebih bersahabat dari Tarkov karena memberi beberapa cara aman buat bangkit lagi. Kamu bisa selalu turun dengan free loadout sehingga tidak pernah benar-benar kembali tanpa senjata.
Resource gratis juga bisa didapat dari Raider Deck, quest harian, sampai ayam peliharaan yang menghasilkan material crafting. Selain itu, sistem matchmaking berusaha mempertemukan solo lawan solo dan squad lawan squad sehingga permainan terasa lebih adil meski kadang masih ada salah pasang.
Baca juga: Cara Main FIFA Heroes: Game Sepak Bola Arcade yang Hadirkan Aksi Spektakuler!
Robot ARC: Musuh Utama yang Pintar dan Berbahaya

Di permukaan, lawan terbesarmu bukan cuma pemain lain tetapi juga robot ARC yang berkeliaran dengan berbagai bentuk. Ada drone kecil seperti Wasp dan Hornet yang terbang sambil menembak lalu ada bola kecil yang bisa meledak atau menyembur api.
Kamu juga bisa berhadapan dengan robot besar seperti Leaper, Rocketeer, Bastion, sampai Queen raksasa yang hanya bisa dijatuhkan bersama satu skuad penuh. Mereka tidak hanya berdiri diam menunggu ditembak karena perilakunya memakai reinforcement learning sehingga bisa memanfaatkan medan, mengejar dengan agresif, lalu mundur saat kehilangan target.
Bahkan lampu indikator di tubuh mereka bisa berubah warna ketika kewaspadaan meningkat sehingga kamu bisa tahu kapan mereka akan menyerang. Pertarungan melawan ARC menuntut presisi dan pemilihan senjata yang pas.
Drone bisa kamu jatuhkan dengan menembak baling-balingnya sehingga mereka kehilangan kendali dan meledak menabrak tembok. Leaper dan Rocketeer punya titik lemah berlapis sehingga kamu perlu peluru medium atau heavy untuk menembusnya.
Kalau kamu terlalu ribut saat bertarung maka robot lain bisa terpanggil dan dalam sekejap area yang tadinya aman berubah jadi neraka penuh mesin pemburu.
Baca juga: Gameplay EA FC 26: Evolusi Sepak Bola Virtual yang Kian Realistis dan Imersif!
Audio dan Stealth

Salah satu kekuatan terbesar gameplay ARC Raiders adalah audio. Sound design-nya dibuat seperti soundstage tiga dimensi yang jelas, di mana arah langkah, tembakan, pintu, bahkan bunyi mesin jauh bisa kamu baca dengan akurat.
Dengan headphone yang bagus, kamu bisa tahu apakah seseorang sedang lari di lantai atas, mencongkel peti di ruangan sebelah, atau robot sedang menyisir lorong di luar.
Karena itu, gameplay tidak selalu soal tembak-menembak. Sering kali kamu bergerak pelan, merunduk, dan menimbang apakah pantas membuka peti berisik yang bisa menarik ARC dan Raider sekaligus.
Berjalan, berlari, memecah kaca, menembak, bahkan membuka brankas semuanya punya jejak suara yang berbeda. Hal ini menjadikan ARC Raiders lebih dekat ke stealth shooter atau survival horror daripada sekadar game aksi biasa.
Drama Antar Pemain dan “Eksperimen Sosial”

Interaksi antar pemain jadi hal yang paling khas di ARC Raiders. Saat kamu bertemu Raider lain yang tidak dikenal di lorong sempit atau bukit pasir, selalu ada momen tegang dan sedikit drama. Kadang kamu memilih menembak duluan, namun sering juga pemain saling angkat senjata ke atas sebagai tanda damai.
Banyak yang teriak “dont shoot” sambil menjelaskan tujuan mereka dan menawarkan kerja sama dadakan untuk cari loot atau melewati area berbahaya bareng. Walaupun begitu, pengkhianatan selalu mungkin terjadi karena seseorang bisa pura-pura membantu lalu menembakmu di detik terakhir demi mengambil semua loot yang kamu kumpulkan.
Permainan akan terasa lebih agresif saat kamu turun sebagai duo atau trio. Tim yang suka PvP biasanya langsung berburu suara tembakan dan mencari kesempatan menyergap lawan di titik yang sulit dihindari atau dekat ekstraksi.
Pertarungan di sini tidak asal serbu karena sistem shield yang tipis dan reload yang cukup lama membuat setiap baku tembak terasa penuh perhitungan. Pemilihan posisi, penggunaan cover, serta gadget seperti lure atau barricade sering jadi penentu siapa yang bertahan dan siapa yang tumbang.
Baca juga: Review Hades II: Jadi Sekuel Roguelite Paling Ramai Dibicarakan
Sistem Leveling dan Project yang Penuh Pilihan

Progresi di ARC Raiders selalu membuatmu sibuk bahkan ketika tidak sedang bertarung. Saat kembali ke Speranza, kamu akan mengurus banyak hal seperti memilah loot, menjual barang, mendaur ulang sampah jadi material crafting, lalu mengupgrade workshop untuk bikin senjata atau gadget baru.
Setiap item punya tingkat kelangkaan yang menentukan nilai dan fungsinya sehingga kamu harus pintar memilih mana yang dipakai atau diurai. Kamu juga bisa mengembangkan skill melalui tree yang terbagi menjadi fisik, mobilitas, dan survival.
Beberapa pilihan terasa kuat karena bisa membantu langsung saat raid, namun ada juga yang efeknya kecil sehingga penentuan skill sering jadi dilema. Stash yang terbatas menambah tantangan karena kamu harus rajin membereskan inventaris supaya tidak penuh.
Di sisi lain, ada progres jangka panjang lewat sistem Project yang bersifat opsional. Ketika kamu merasa sudah cukup puas dengan satu build, kamu boleh mengorbankan semua loot dan level untuk memulai petualangan baru.
Kamu akan dapat bonus XP dan keuntungan tertentu untuk langkah selanjutnya sehingga progres tetap terasa berarti. Pendekatan ini memberi kebebasan bagi pemain yang suka tantangan start ulang, namun tetap memberi ruang bagi mereka yang ingin mempertahankan hasil grinding.
Baca juga: One Piece: Pirate Warriors 4 Hadir di Nintendo Switch 2 dengan Fitur Next-Gen
Platform, Performa, dan Aksesibilitas

ARC Raiders hadir sebagai game berbayar dengan dukungan crossplay di PlayStation 5, Xbox Series X dan S, PC lewat Steam dan Epic, serta layanan cloud seperti GeForce NOW. Versi PC juga ramah untuk pemain Linux karena sudah didukung Proton dan Easy Anti Cheat.
Kinerjanya terbilang impresif karena di konsol kelas atas game ini bisa berjalan stabil di enam puluh frame per detik dan di PC spek tinggi dapat melaju lebih tinggi lagi. Dunia yang detail dan banyaknya efek partikel serta robot di layar tetap bisa tampil mulus sehingga pengalaman bertarung tidak terputus.
Game ini cocok untuk pemain yang mencari sensasi tegang di tiap misi. ARC Raiders memadukan survival, stealth, aksi taktis, dan interaksi sosial sehingga setiap raid bisa berubah jadi cerita seru.
Kalau kamu suka baca situasi dan bermain penuh perhitungan maka ARC Raiders menawarkan pengalaman extraction shooter yang sangat hidup. Sebaliknya jika kamu tidak tahan stres tinggi dan benci kehilangan loot maka game ini mungkin akan terasa terlalu melelahkan.
Baca juga: Upin & Ipin Universe: Gameplay, Plot, dan Spesifikasinya!
Penutup
Pada akhirnya, ARC Raiders adalah tipe game yang memberikan rasa puas ketika kamu berhasil membawa pulang loot hasil perjuangan. Setiap kemenangan terasa layak diperjuangkan karena kamu melewati banyak risiko dan keputusan sulit.
Walaupun terkadang bikin emosi memuncak, gameplay yang selalu penuh kejutan menjadikan setiap raid tidak pernah membosankan.
Kalau kamu ingin pengalaman bermain yang makin nyaman dan responsif, kamu bisa lengkapi setup gaming dengan keyboard JETEX. Pilihan tombol yang cepat dan desain yang tahan banting bikin kamu lebih siap menghadapi situasi genting di medan perang!



