JETE-X – Sebagai bagian dari perayaan satu dekade My Hero Academia, franchise ini kembali menghadirkan kejutan lewat proyek anime pendek terbaru berjudul My Hero Academia: I Am a Hero Too yang akan mengangkat kisah emosional dari karakter Eri.
Setelah sebelumnya merilis episode epilog spesial “More”, anime ini dijadwalkan tayang pada musim panas 2026 dan menjadi bukti bahwa meski cerita utamanya telah berakhir, dunia para pahlawan masih menyimpan banyak cerita menarik untuk diikuti, selengkapnya di bawah ini.
Konten dalam artikel ini
ToggleMy Hero Academia: I Am a Hero Too, Adaptasi dari One-Shot Eksklusif
“I Am a Hero Too” diadaptasi dari manga one-shot karya Kohei Horikoshi yang sebelumnya dirilis dalam buku penggemar resmi berjudul My Hero Academia Ultra Age. Buku ini merupakan semacam data book final yang berisi profil karakter, ilustrasi, dan berbagai materi di balik layar dari keseluruhan seri yang berakhir pada tahun 2024 setelah mencapai 431 chapter.
Cerita dalam one-shot tersebut tergolong sangat singkat karena hanya terdiri dari sekitar lima halaman. Dalam versi aslinya, kisah ini berfokus pada Eri yang telah tumbuh menjadi siswi SMA dan kembali mengunjungi U.A. High School.
Ia datang untuk mengundang Izuku Midoriya atau Deku ke konser jalanan pertamanya. Walaupun sederhana, cerita ini membawa nuansa epilog yang hangat dan memberi gambaran masa depan karakter setelah konflik besar berakhir.
Namun, karena durasi manga yang sangat pendek, ada kemungkinan besar pihak studio akan menambahkan konten baru agar adaptasi anime terasa lebih lengkap. Jika mengikuti versi manga secara ketat, durasinya mungkin hanya sekitar lima menit. Oleh karena itu, ekspansi cerita menjadi langkah yang hampir pasti dilakukan demi memberikan pengalaman yang lebih emosional dan memuaskan.
Baca juga: 10 Fakta Menarik tentang Dabi My Hero Academia yang Mungkin Belum Kamu Tahu!

Fokus Cerita dan Perkembangan Karakter Eri
Karakter Eri memiliki latar belakang yang sangat kuat dalam seri ini. Ia pertama kali diperkenalkan sebagai korban eksperimen kejam oleh Kai Chisaki dalam arc Shie Hassaikai. Sejak diselamatkan oleh Deku, Eri menjadi simbol harapan dan pemulihan dalam dunia yang penuh konflik.
Dalam “I Am a Hero Too”, cerita akan mengikuti perjalanan Eri setelah perang besar berakhir. Ia kini berada di usia remaja dan mulai mencari jati diri serta memahami apa arti menjadi pahlawan. Salah satu elemen menarik adalah mimpinya di bidang musik yang sudah sempat diperlihatkan sebelumnya, termasuk saat ia terlihat membawa gitar di akhir cerita utama.
Jika anime ini memperluas cerita, kemungkinan besar penonton akan melihat momen penting seperti penampilan panggung pertama Eri. Hal ini dapat menjadi klimaks emosional yang memperlihatkan perkembangan karakter dari seorang korban menjadi individu yang ingin memberi harapan kepada orang lain.
Bagian dari Perayaan 10 Tahun yang Besar
Perayaan satu dekade My Hero Academia tidak hanya berhenti pada anime pendek ini. Berbagai kegiatan telah disiapkan untuk merayakan kesuksesan global seri tersebut. Salah satunya adalah konser musik spesial yang menampilkan lagu-lagu ikonik dari anime. Selain itu, episode spesial “More” yang menjadi episode ke-171 juga mendapat banyak pujian karena kualitas adaptasinya yang tinggi.
Studio Bones Inc. kembali dipercaya untuk mengerjakan proyek ini, yang semakin meningkatkan ekspektasi penggemar. Studio ini dikenal mampu mengadaptasi karya Horikoshi dengan visual yang kuat dan emosi yang mendalam. Bahkan dalam ulasan terbaru, kemampuan mereka dalam mengangkat cerita sederhana menjadi pengalaman yang berkesan kembali mendapatkan apresiasi.
Selain itu, perayaan ini juga mencakup streaming maraton global, tur konser internasional, hingga pengembangan game mobile baru berjudul My Hero Academia United Survival. Semua ini menunjukkan bahwa franchise ini masih menjadi properti besar yang terus dikembangkan.
Baca juga: Urutan Arc My Hero Academia Lengkap Sesuai Kronologi Cerita

Masa Depan Franchise My Hero Academia
Meskipun anime utama telah mencapai akhir dengan episode terakhirnya pada Desember 2025, bukan berarti perjalanan franchise ini benar-benar selesai. Kehadiran proyek seperti “I Am a Hero Too” menandakan adanya strategi untuk menjaga relevansi tanpa harus langsung meluncurkan seri baru berskala besar.
Ada kemungkinan bahwa pendekatan ini akan berlanjut dengan lebih banyak episode bonus atau proyek kecil lainnya. Hal ini memungkinkan studio untuk tetap menghadirkan konten berkualitas tanpa terburu-buru membuat sekuel besar yang membutuhkan waktu dan sumber daya lebih banyak.
Di sisi lain, spin-off seperti My Hero Academia Vigilantes masih memiliki peluang untuk dilanjutkan karena adaptasi animenya baru mencakup sebagian dari cerita manga. Ini membuka kemungkinan adanya musim lanjutan di masa depan.
Spekulasi mengenai sekuel besar ala Boruto memang ada, tetapi tampaknya belum menjadi prioritas dalam waktu dekat. Dengan jadwal studio yang padat dan proyek lain yang sedang berjalan, langkah yang lebih realistis adalah menghadirkan cerita-cerita kecil yang tetap bermakna.
Antusiasme Penggemar dan Harapan ke Depan
Pengumuman “I Am a Hero Too” langsung disambut antusias oleh penggemar di seluruh dunia. Banyak yang penasaran bagaimana kehidupan Eri di masa depan serta apakah karakter lain akan ikut muncul dalam cerita ini.
Keunikan proyek ini terletak pada pendekatannya yang personal. Alih-alih fokus pada konflik besar, anime ini menawarkan cerita yang lebih intim dan emosional. Hal ini sejalan dengan tema utama My Hero Academia yang selalu menekankan bahwa menjadi pahlawan bukan hanya soal kekuatan, tetapi juga empati dan keberanian.
Dengan keterlibatan langsung Horikoshi dalam sumber materialnya, anime ini memiliki fondasi yang kuat untuk tetap setia pada visi asli kreatornya. Hal ini juga membuat proyek ini terasa lebih autentik dibandingkan spin-off biasa.
Pada akhirnya, “I Am a Hero Too” bukan hanya sekadar tambahan cerita, tetapi juga bentuk penghormatan terhadap perjalanan panjang franchise ini. Bagi penggemar lama maupun penonton baru, anime pendek ini berpotensi menjadi penutup yang hangat sekaligus jembatan menuju masa depan dunia pahlawan yang masih terus berkembang.
Baca juga: My Hero Academia Live Action: Adaptasi Netflix yang Siap Menggebrak Dunia Superhero
Penutup
Sebagai penutup, kehadiran My Hero Academia: I Am a Hero Too bukan cuma jadi pelengkap cerita, tapi juga momen yang menghangatkan hati dengan fokus pada perjalanan Eri setelah semua konflik besar berakhir.
Pendek, sederhana, tapi penuh makna, anime ini bisa jadi cara yang pas buat mengenang perjalanan panjang My Hero Academia sekaligus melihat masa depan dunia pahlawan dari sudut pandang yang lebih personal.
Biar pengalaman nonton makin seru, kamu bisa pakai headset dari JETE seri JETE-X yang punya kualitas suara jernih dan detail. Cocok banget buat menikmati setiap dialog, musik, sampai momen emosional dalam anime jadi lebih hidup. Yuk, upgrade pengalaman nonton kamu sekarang juga dengan headset JETE-X!



